Saturday, May 11, 2013

- Tips Membuat Business Plan Sebelum Berbisnis Online -

(Business Plan)


Penggunaan internet yang kian masif di Indonesia dan di seluruh dunia membuat bisnis online dianggap sebagai ladang uang yang prospektif di masa kini dan mendatang. Pilihan produk yang bisa dijual pun banyak. Yang diperlukan seorang seller pemula adalah keberanian untuk memulai langkah yang tepat dalam berbisnis online.

Langkah yang tepat dan terarah bisa ‘dijaga’ oleh business plan yang dibuat oleh calon seller. Untuk itu, membuat rencana usaha cukup penting sebelum berbisnis Jual Beli online. Menurut Rachmad Igen dalam bukunya yang berjudul “Strategi Sukses Berjualan Online”, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat business plan atau rencana usaha.

Tipe Usaha

Anthony Robbins mengatakan, “There is no greatness without a passion to be great, whether it’s the aspiration of an athlete or an artist, a scientist, a parent, or a businessperson”. Terkadang, seorang calon netpreneur bingung menentukan jenis produk apa yang akan ia jual. Sebaiknya, seller menjual produk yang sesuai dengan passion-nya. Banyak pebisnis sukses yang memulai usahanya dari passion. Misalnya, Wynda Mardio (pemilik Steak Hotel by Steak Holycow dan online shop Cupcakes & Company) dan Diana Rikasari(pemilik Up Shoes).

Seorang seller bisa menentukan produk apa yang akan ia jual sesuai dengan minat, hobi, dan juga keahlian.

Kebutuhan Modal

Ada dua modal yang sebaiknya disiapkan calon seller sebelum memulai usaha online-nya, yaitu modal investasi dan modal kerja. Yang dimaksud dengan modal investasi adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan bisnis online, seperti biaya koneksi internet. Sedangkan, yang termasuk dalam modal kerja adalah biaya yang diperlukan untuk membeli barang dari supplier.

Supplier

Memilih supplier tak boleh sembarang seperti memilih kucing dalam karung. Lakukan riset kecil-kecilan dengan mencari referensi maupun review beberapa supplier di internet. Atau, calon seller bisa juga bertanya kepada orang yang sudah lebih berpengalaman.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam memilih supplier. Yakni, lokasi supplier, harga, serta pelayanan. Cari tahu di mana lokasi supplier menyimpan barangnya atau gudangnya. Semakin dekat lokasinya akan semakin baik karena akan memudahkan pengiriman. Selain itu, seller bisa memeriksa langsung kondisi barang yang akan ia jual. Lalu, calon seller juga sebaiknya melihat harga yang ditawarkan oleh supplier tersebut. Bandingkan dengan alternatif supplier lainnya. Pelayanan yang dilakukan oleh supplier pun jadi faktor pertimbangan dalam memutuskan supplier mana yang akan diajak kerja sama. Apa ada track record yang buruk atau tidak.

Harga Jual

Salah satu hal yang harus diputuskan dalam membuat rencana usaha adalah menetapkan harga jual. Menetapkan harga jual harus berhati-hati. Sebab, harga jual yang dipasang dapat menjaring pelanggan-pelanggan loyal. Menurut Rachmad Igen, persentase keuntungan yang efektif untuk berbisnis online adalah tidak lebih dari 10%. Tapi, besarnya persentase keuntungan itu tergantung dengan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali transaksi barang. Menentukan persentase keuntungan yang berbeda untuk tiap jenis produk yang dijual bisa jadi strategi untuk menetapkan harga yang bervariasi sesuai dengan tingkat permintaan barang tersebut atau berapa banyak orang yang ingin membeli barang tersebut.

Analisa Usaha

Menganalisa usaha penting bagi berkembangnya sebuah bisnis online. Hasil analisis pun bisa dipakai sebagai bahan evaluasi bisnis tersebut. Seller bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan.

Friday, May 10, 2013

- Sembilan Karakter Wirausaha -



(Kewirausahaan) 


Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Prof. Iman S Sukardi, dia menemukan terdapat sembilan (9) karakteristik tingkah laku kewirausaha an yang paling sering ditemukan dalam penelitian-penelitian terhadap wirausaha berhasil di seluruh dunia

Karakter tersebut antara lain:

1. Sifat Instrumental

Dia dalam berbagai situasi selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya demi tercapainya tujuan pribadi dalam berusaha.

2. Sifat Prestatif


Dia dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik, lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang tercapai sebelumnya.

3. Sifat Keluwesan Bergaul

Dia selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. Dia aktif bergaul, membina kenalan-kenalannya dan mencari kenalan baru, serta berusaha untuk dapat terlibat denan mereka yang ditemui dalam kegiatan sehari-hari.

4. Sifat Kerja Keras

Dia selalu terlibat dalam situasi kerja, tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan.

5. Sifat Keyakinan Diri

Dia selalu percaya pada kemampuan diri, tidak ragu-ragu dalam bertindak, bahkan berkecenderungan untuk melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dengan optimisme untuk berhasil.

6. Sifat Pengambilan Resiko

Dia selalu memperhitungkan keberhasilan dan kegagalan dalam setiap kegiatannya khususnya untuk mencapai keinginannya. Dia akan melangkah bila kemungkinan untuk gagal tidak terlalu besar.

7. Sifat Swa Kendali


Dia dalam menghadapi berbagai situasi selalu mengacu pada kekuatan dan kelemahan pribadi dan batas-batas kemampuan dalam berusaha. Dia selalu menyadari dengan adanya pengendalian diri ini maka setiap kegiatannya menjadi lebih terarah dalam mencapai tujuannya.

8. Sifat Inovatif

Dia selalu mendekati berbagai masalah dengan berusaha menggunakan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Dia terbuka terhadap gagasan, pandangan, dan penemuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerjanya. Dia tidak terpaku pada masa lalu, tapi selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru atau memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kinerja. Dia cenderung melakukan sesuatu dengan cara yang khas, unik dari hasil pemikirannya. Termasuk dalam sifat inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan tertentu (imitatif inovatif).

9. Sifat Kemandirian

Dia selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Keberhasilan dan kegagalan merupakan konsekuensi pribadi wirausaha . Dia mementingkan otonomi dalam bertindak, pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapat tujuan. Dia lebih senang bekerja sendiri, menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. Ketergantungan pada orang lain merupakan suatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak dan dalam mengambil keputusan.

Sembilan karakteristik wirausaha diatas ternyata ditemukan terdapat pada wirausaha-wirausaha di seluruh dunia yang menjadi objek penelitian.